Pages

Minggu, 15 Juni 2014

Fesbuk lokal....copycat. Kenapa?

Jauh sebelum tulisan ini saya ketik, saya beberapa kali berjumpa dengan medsos-medsos bikinan lokal yang tampilannya sengaja di buat mirip-mirip facebook. Begitu juga dengan fitur-fiturnya. Bedanya cuma tipis, ada penambahan beberapa fitur saja. Secara umum, cuma seperti fesbuk kreasi lokal. Kenapa mereka ingin sekali 'menjadi' facebook?

Yang buat saya heran adalah, pertama menuliskan kode-kode website bukanlah hal yang mudah sekalipun dia profesional setidaknya akan menyita banyak waktu dan tenaga. Kedua, posisi facebook di pasar medsos adalah peringkat pertama, yang bahkan googleplus pun tak mampu menyaingi, jadi kenapa mereka para progammer itu membuang-buang waktu, tenaga, dan biaya untuk bersaing dengan facebook. Terlebih cara bersaing mereka yang cenderung memfotokopi produk lawan.

Jurus fotokopi dalam persaingan bisnis, hanya bisa berhasil manakala produk yang difotokopi adalah produk yang tidak gratisan. Kompetitor memfotokopi produk lawan yang laris, lalu dijual dengan harga yang jauh lebih murah. Dengan demikian barang tiruan ini mempunyai nilai tambah, yakni harga murah.

Nah, masalahnya jika produk lawan sudah gratis lalu kenapa masih ada yang berpikir akan sukses dengan strategi gratisan? Oh tunggu, saya baru ingat ternyata medsos fotokopi itu punya slogan 'karya anak bangsa' . . . astaga, apakah konsumen bisa diambil hatinya hanya dengan slogan demikian. Justru bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. ketika sebuah produk itu dikenal sebagai produk negara maju ia akan semakin laris.

Entah apakah para kreator medsos lokal ini orang yang iseng buang-buang waktu, atau memang orang-orang hebat yang kebetulan belum paham dunia marketing. Sekedar catatan kecil saja buat saya pribadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar