Pages

Sabtu, 14 Juni 2014

Desainer Grafis, sungai bisnis seni terapan.

Jika dihitung setelah saya lulus dari Sekolah Menengah Seni Rupa (SMKN 11) Surabaya, tahun 2006 berarti saya tulis ini 8 tahun setelahnya. Selama delapan tahun ini masih tak juga saya mengerti dimana muara bisnis desain grafis ini atau berbagai bisnis jasa desain/artistik lainnya. Beberapa orang bilang jasa artistik lebih rendah (secara ekonomis) dari pelacuran, karena pelacuran masih ada 'fee' nya, sedangkan jasa desain bisa gratis kalau customer mencetak desainnya di tempat yang sama.

Beberapa biro desain disekitar saya, yang sudah belasan tahun bahkan salah satu di antaranya adalah langganan creative award tahunan, nyatanya tidak begitu berkembang. Tetap kecil, dan 'segitu-gitu' saja. Tanpa bermaksud merendahkan, tapi memang saya lihat sulit bukan main berkubang di kolam ini. Kolamnya tidak cepat tambah besar, tapi ikannya meledak populasinya, otomatis rebutan makanan dimana-mana.

Semua ini, dalam kacamata saya. Adalah lingkaran setan tak berujung.

Mahasiswa/pelajar desain grafis membuka jasa desain harga terjangkau, seiring larisnya produk harga pun ikut naik. Lambat laun, berkembanglah menjadi sebuah perusahaan. Karena sudah berbentuk perusahaan, layanan pun makin profesional dan begitu juga dengan harga jual. Ketika popularitas perusahaan ini di puncaknya, ia jadi trendsetter, kiblat para mahasiswa desain pemula. Semua orang berlomba menciptakan desain yang lebih bagus darinya.

Tinggal menunggu waktu hingga para mahasiswa ini akan membuka layanan desain grafis, yang relatif sama bagusnya namun mematok harga dibawah perusahaan tadi. Dan terjadilah siklus yang sama terus menerus, 'lingkaran setan' bisnis artistik.

Setiap tahun lahir biro-biro desain bernama 'aneh' dengan harapan dapat predikat kreatif, beda, dan sejenis itu. Semua pada akhirnya menawarkan jasa yang sama, dengan harga yang semakin miring.

Saya merasa, pada satu titik saya harus memikirkan cara bersaing dengan memberi nilai tambah yang inovatif. Bukan nilai tambah sekedar harga murah. Jika tidak, maka saya pun akan bernasib sama dengan perusahaan-perusahaan yang lebih senior. Semoga . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar