Kulihat banyak orang, membanting tulang siang malam, terkadang sedikit curang, terkadang demam karena kelelahan. Tertatih-tatih dalam rasa capek yang tak tertahan.
Pada akhirnya, semua hanyalah tentang pencarian kebahagiaan. Sayangnya, seringkali kita terlalu sibuk dalam pencarian, hingga kita lupa bahwa kebahagiaan telah datang. Ia sudah lama menunggu di depan mata kita, hanya saja kita lupa untuk mempersilahkannya masuk ke dalam hati.
Pandanglah sejenak wajah orang tuamu yang semakin keriput itu, jemarinya yang kian kusut, aduhai...bukankah disana itu adalah jejak kebahagiaan kita sedari kecil. Tangan itulah yang dulu mengajak kita bermain, membelikan permen, mengajari menulis. Betapa indahnya garis-garis keriput itu.
Tataplah sejenak mata kekasih kita itu, mungkin dia tak setampan atau secantik artis sinetron. Namun dialah tempat kita berbagi cerita dan cinta. Orang yang begitu mengerti kita. Berdua melewari episode demi episode kisa susah dan sukacita. Terkadang saling marah namun juga saling haru. Apalah artinya semua yang kita miliki jika tak ada dia tempat kita berbagi.
Belum lagi tawa si kecil, matanya yang berbinar itu, tangisnya yang mengiba...semua tentangnya membuat orang tua merasa begitu berarti di dunia ini.
Kebahagiaan sesungguhnya telah hadir, hanya saja kita sering tak mampu memahaminya. Ibarat udara yang tak kasat mata, namun kita merengkuhnya setiap waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar